choose your language

mobil truk terjebak macet parah gara -gara proyek
lubuklinggau-punya-berita.blogspot.com - Pengendara yang melintas di jalan poros Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara, terjebak macet di lokasi peningkatan jalan di hulu Desa Rantau Kadam. 

Pasalnya pihak pelaksana yang melakukan penimbunan jalan dianggap tidak memikirkan pengguna jalan yang lewat di sana, karena akses jalan timbunan yang menggunakan tanah saat disiram hujan menjadi becek, sehingga menghambat seluruh kendaraan yang melintas.

Pantauan wartawan di lapangan pada Rabu (3/8), dari pagi puluhan kendaraan bermotor khususnya roda empat terpaksa antre karena ada beberapa mobil truk diesel yang nyangkut di jalan tersebut karena akses jalan lengket dan berlumpur. Sementara kendaraan roda dua dengan memaksa masih bisa lewat kendati harus jungkir balik karena akses jalan yang licin.

Kejadian antre panjang tersebut bukan hanya terjadi pada pagi hari saja, melainkan pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB akibat hujan yang turun kembali, telah membuat jalan timbunan tersebut kembali berlumpur dan licin. Sehingga antrean panjang kendaraan bermotor dari berbagai jenis kembali antre sembari menunggu ditarik satu persatu oleh alat berat.

Anton, warga Desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir di lokasi antrean jalan macet mengatakan, sangat sesali cara pihak pelaksana yang membangun jalan timbunan di hulu Desa Rantau Kadam, karena mereka tidak memikirkan pengguna jalan yang hampir setiap waktu melintas di jalan tersebut.

“Seharusnya penimbunan jalan harus dilakukan sebelah dulu. Setelah dilakukan pengerasan baru sebelahnya lagi dilakukan penimbunan, dengan demikian kendaraan yang melintas di sana tidak akan terhambat seperti saat ini. Akibat dari kemacetan ini telah membuat susah dan menghambat warga,” katanya.

Bukan hanya pulang terlambat, melainkan warga yang menanti lamanya antre akan kelaparan, “Walaupun harus beli nasi atau makanan lain akan menambah pengeluaran. Dan itupun bagi warga yang ada uang, jika tidak ada uang maka dengan terpaksa harus kelaparan, karena pada sore masyarakat sudah arah pulang belanja dari Kota Lubuklinggau,” jelas Anton.

Terpisah, Mat Raden warga Desa Beringin Makmur I Kecamatan Rawas Ilir yang juga turut dalam antrean panjang pada wartawan mengatakan hal yang lain, dengan tidak mau menunggu antrean lama dan belum diketahui berapa lama di sana ia terpaksa balik badan, dan memutar jalan Kecamatan Nibung.

"Dan Alhamdulillah, walaupun harus menempuh jarak yang cukup jauh serta memutar, tadi malam sekitar pukul 19.15 WIB kami sekeluarga sudah sampai di rumah," terang Mat Raden.

Terpisah, Abdi warga Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo berharap pihak pelaksana harus dapat memikirkan kepentingan umum, bagaimana caranya agar pengguna jalan yang melintas di sana tidak terhambat.

“Jika dengan cara membangun seperti ini akan merugikan orang banyak, selain waktu dan biaya yang harus dikeluarkan lagi oleh mereka, tidak menutup kemungkinan jika ada warga yang sakit akan berobat keluar akan sangat terganggu dan membuat korban sakit semakin parah, bahkan berujung maut,” tegas Abdi.(03)
kode iklan tarok sini

0 comments:

Post a Comment

 
Top