lubuklinggau-punya-berita.blogspot.co.id - Siswa MAN 1 Lubuklinggau, Toni Okta Fiansyah berhasil menjadi Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Kimia tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Prestasi itu tentu tak mudah diraih. Lalu apa kiatnya?
Saya meyakini, untuk sukses seseorang harus tangguh dalam meniti step by step prosesnya. Pun dengan yang dilalui Toni Okta Fiansyah. Siswa kelas XII MAN 1 Lubuklinggau ini pasti juga telah melakoninya. Sampai ia begitu tersohor karena prestasinya di bidang studi Kimia akhir-akhir ini.
Untuk tahu lebih jauh tentang ‘rahasia’ Toni meraih prestasi itu, Sabtu (30/7) pukul 10.00 WIB saya bertandang ke sekolahnya, MAN 1 tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Kali Serayu, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.
Tak lama saya menunggu, akhirnya saya berkesempatan bincang dengan putra pertama dari pasangan Sahri Yanto dan Heni Novita Sari ini.
“Saat ikut kompetisi di MAN 3 Palembang 25-26 Juli 2016 itu, saya sudah optimis. Itu bagi saya modal awal. Kalau untuk jadi juara belum. Saya hanya optimis bisa tampil maksimal. Lalu berdoa semoga bisa unggul dibanding peserta dari 16 kabupaten/kota lainnya,” jelas Toni bertahap.
Siswa yang berulang tahun setiap 17 Oktober itu mengaku sempat gagal meraih piala pada saat mengikuti perlombaan O2SN tingkat Provinsi Sumsel. Hal ini yang memotivasinya untuk giat berlatih, agar bisa menang dikompetisi selanjutnya.
"Meskipun juara pertama O2SN tingkat kota, saya juga tidak langsung ditunjuk untuk mengikuti kompetisi ini. Dua kali seleksi yang diadakan pihak sekolah harus saya ikuti, setelah kedua seleksi saya mampu lewati barulah saya dibimbing untuk diikutsertakan ditingkat kota yang akhirnya mengantarkan saya untuk ikut ditingkat provinsi," kata Toni.
Waktu tidak ingin ia lewatkan tanpa belajar. Baginya masa SMA adalah masa untuk menyusun masa depan, menjadi prinsipnya sejak ia mendaftarkan diri di MAN 1.
"Saya tinggal sama nenek berdua saja, karena kedua orang tua dan adik saya tinggal di Pekan Baru. Meskipun dibebaskan oleh nenek untuk bermain, tapi saya lewatkan waktu luang saya untuk merangkum dan membahas soal. Kalaupun ada waktu senggang, saya nongkrong di perpustakaan untuk menambah pengetahuan dan rangkuman saya," jelasnya.
Sebulan sebelum berangkat ke Palembang ia benar-benar dibimbing, untuk siap. Setiap hari Senin sejak pagi hingga pulang sekolah dan hari Jumat usai senam, ia bersama guru pembimbingnya, Sri Suryani membedah materi Kimia dan membahas soal OSN dan KSM lima tahun terakhir.
"Terbukti, 20 soal dengan materi Agama Islam dan 25 soal Kimia dengan waktu masing-masing 60 menit dan 90 menit bisa saya selesaikan. Karena semua rata-rata sudah dibahas pada saat bimbingan. Terutama materi Kimia, hanya 9 soal yang saya ragu untuk menjawab, karena aturannya kalau salah dikurangi nilai maka saya memilih untuk tidak diisi sesuai petunjuk pembimbing," jelasnya kembali.
Mulai hari ini ia mengaku sudah harus bimbingan lagi, untuk persiapan mewakili Provinsi Sumsel di tingkat Nasional yang rencananya akan dilaksanakan di Pontianak 26-27 Agustus mendatang.
"Untuk kali ini lebih rutin setiap hari, Senin-Jumat. Setelah itu satu minggu sebelum lomba kami yang mewakili provinsi akan dikarantina untuk dibimbing lebih intens mengingat ditingkat nasional akan ada pratikumnya. Persiapan sendiri tidak banyak, lebih rutin merangkum dan membahas soal di rumah dan intens melakukan bimbingan dengan guru pembimbing saya di sekolah," ungkapnya.
Siswa yang sejak SMA mencintai Kimia ini, bercita-cita menjadi dokter dan berencana bisa masuk Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang.
"Saya suka sejak awal masuk MAN 1, materinya berkaitan dan gampang dimengerti. Ditambah guru mata pelajaran Kimia yang sekaligus pembimbing saya saat ini menyenangkan cara menyampaikan materi. Ya mudah-mudahan bisa membantu saya untuk mengambil jurusan yang saya inginkan di Unsri nanti," ungkapnya kembali sambil tersenyum.

0 comments:
Post a Comment