choose your language

kereta lubuklinggau kelas bisnis di hapuskan
gambar ilustrasi
lubuklinggau-punya-berita.blogspot.co.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menghapus total kereta kelas bisnis. Dengan begitu, ke depan hanya ada dua kelas yang disuguhkan, yakni eksekutif dan ekonomi. Rencana tersebut diwujudkan dalam jangka waktu empat tahun mendatang. Ini dilakukan, salah satu tujuannya untuk penggantian kereta-kereta tua yang masih beroperasi saat ini.Kepala KA Lubuklinggau, Anton pun membenarkan itu. Rencana penghapusan kereta kelas bisnis ini bukan hanya dilakukan di daerah. Melainkan memang sudah jadi rencana KAI pusat. 

Ketika dibincangi Jumat (29/7), Anton menjelaskan, bahwa mobilisasi kelas ekonomi saat ini sudah seperti kelas bisnis. Khususnya dalam fasilitas dan pelayanannya. Maka dari itu, dengan berkiblat sistem perkeretaapian di Pulau Jawa maka pihaknya berencana untuk mengubah kelas ini.“Hingga saat ini untuk batas atas (Senin hingga Kamis) harga tiket KA Sindang Marga Kelas Bisnis  Rp 140 Ribu, sedangkan untuk batas bawah (Jumat hingga Minggu) kelas bisnis Rp 170 ribu,”jelas Anton.

 Dan fasilitas terbaru di Stasiun KA Lubuklinggau, sejak Jumat, 29 Juli 2016 ini, para penumpang sudah bisa mencetak tiketnya sendiri yang disediakan di stasiun.“Pelayanan boarding pass ini berlaku hingga 12 jam sebelum keberangkatan. Dengan begitu, selain keamanan terjaga juga lebih mempermudah masyarakat dalam bertransportasi. Ingat, identitas tidak boleh salah, karena memang tiket kereta harus sesuai dengan KTP yang bersangkutan, dan sistem boarding pass ini sudah sama dengan di bandara,” tutupnya.


 Ide penghapusan kereta kelas bisnis tersebut disambut positif oleh Pengamat Ekonomi, DR Maulana. Dosen Universitas Taman Siswa Palembang itu mengakui, kereta bisnis selama ini memang tanggung. Terutama setelah kereta kelas ekonomi ber-AC.Meski begitu, ia memiliki catatan yang harus dipenuhi KAI selaku operator angkutan kereta terkait dengan niat tersebut. 

“Saya sarankan, KAI mengadopsi suasana kelas bisnis ke kelas ekonomi. Jangan hanya adanya pendingin ruangan sudah dirasa cukup. Salah satu yang harus diperhatikan adalah tempat duduk kereta kelas ekonomi. Dari pantauan saya, saat ini masih banyak rangkaian yang berisi lebih dari 100 penumpang. Jumlah itu harus dikurangi sehingga bisa menciptakan kenyamanan karena tidak terlalu berdesakan,” jelasnya. 

Ia meminta KAI bisa membuat tempat duduk senyaman mungkin. “Kalau bisa kelas ekonomi itu dua kursi saja. Jangan sampai tiga begitu,” jelasnya.Selain itu, ia juga meminta KAI mengganti kursi penumpang kereta kelas ekonomi. Sebab, tempat duduk penumpang sangat tidak nyaman karena dirangkai tegak dengan sudut hampir 90 derajat. 

“Itu kan sangat tidak nyaman kalau untuk perjalanan jarak jauh, contohnya Stasiun KA Lubuklinggau menuju Kertapati atau sebaliknya. Kursi bisnis masih agak landai sehingga harus bisa diadopsi,” tegasnya.Kendati fasilitas diubah menjadi ala bisnis, ia mengimbau tarif kelas ekonomi tidak ikut dikerek naik sehingga memberatkan penumpang. Senada dengan itu, Ayu Ningsih (20) salah seorang mahasiswa Poltek Unsri mengapresiasi rencana ini. Mahasiswa asal Kecamatan Muara Beliti itu menyebut rencana ini sangat positif. “Tapi perlu diingat, kebanyakan mahasiswa atau masyarakat nekat naik kelas ekonomi, meski jajar tiga-tiga nggak apa-apa. Karena memang tarifnya terjangkau. Rp 45 ribu paling mahal. Nah, kami berharapnya meskipun kelas bisnis dihapuskan, jangan sampai mengatrol harga kelas ekonomi. Jangan-jangan karena fasilitas kelas ekonomi sudah pakai AC juga, lalu harga tiketnya sampai Rp 130 ribuan per orang. Wah bahaya itu,” ungkapnya. 

Sebagai mahasiswa, setiap akhir semester atau libur hari raya Ayu Ningsih selalu memanfaatkan KA Serelo untuk menempuh perjalanan Kota Palembang-Kota Lubuklinggau.
kode iklan tarok sini

0 comments:

Post a Comment

 
Top